Filter Udara Terkompresi Efisiensi Tinggi untuk Aplikasi Industri
Mengapa menggunakan filter udara bertekanan??
Atmosfer mengandung uap air, hidrokarbon, dan partikel padat (sekitar 140 juta partikel padat per meter kubik udara yang ditemukan di atmosfer). Kotoran-kotoran ini terhirup ke dalam kompresor udara dan kemudian masuk ke jaringan udara terkompresi bersama dengan sisa pelumas.
Kegagalan untuk menangani kontaminan ini tepat waktu akan menyebabkan korosi pada pipa, membahayakan peralatan produksi, merusak sensitivitas dan umur pakai alat, yang pada akhirnya akan memengaruhi kualitas produk.
Konsumsi Energi
Untuk sistem udara bertekanan, hambatan filter seringkali menjadi faktor kunci penurunan tekanan udara. Dalam kondisi operasi normal, konsumsi energi filter menyumbang 80% dari total biaya operasi, dan penurunan tekanan udara sebesar 1 bar biasanya setara dengan 7%-10% dari kehilangan energi kompresor udara.
Prinsip kerja filter udara bertekanan
Ketika udara bertekanan memasuki filter, kecepatan aliran berkurang, tetesan, partikel besar dan padat akan langsung tertahan saat melewati filter serat kaca. Saat tetesan berdiameter lebih kecil dan partikel padat melewati inti filter, partikel tersebut ditangkap oleh tumbukan inersia dan secara bertahap mengembun menjadi tetesan yang lebih besar. Setelah mendekati media filter, partikel tersebut diserap oleh gaya elektrostatik serat kaca. Minyak dan air kemudian akan terkumpul di bagian bawah filter dan dibuang melalui saluran pembuangan otomatis. Untuk melindungi lingkungan,
Minyak dan air yang tumpah harus dikumpulkan di dalam sebuah
wadah khusus.
Data Teknis
Diagram Struktur Filter


Aplikasi

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)








